Rabu, 20 Maret 2013

PROLOG NOVEL "DALAM ISTIKHARAH KU MENEMUKANMU"


Pagi itu, ketika ku membuka mata, aku berada di sebuah rumah yang berdindingkan kertas, pintu geser, lampion serta atap melengkung .  Diruang sana tulisan kaligrafi kanji dan hiragana terukir indah terlihat rumit terpajang disudut ruangan. Ketika jendela tersingkap ,rangkaian bunga lavender membentang luas memancarkan keanggunannya, disanding dengan gunung Fujiyama menjulang tinggi dengan puncak salju abadinya. Gunung yang terlihat jelas  kecantikannya memikat hati ,jika cuaca cerah dinegri matahari terbit.
Ohayoo.. Kata itu keluar lembut penuh mesra yang tak pernah alpa diucapkan setiap paginya, diiringi senyum  tulus penuh kasih sayang mengambang terpancar darinya. Kecup kening mesra selalu tercurah saat ku membuka mata.
 Hontou ni!!!!  Ini bukan mimpi. Ini nyata????
Dream book ku di jawab oleh sang maha kasih, watashi wa shiawase desu Allah. Gochiisooshama deshita penuh syukur.

Hakone izu . Ya, aku berada di  Hakone izu, bersama sandaran hatiku, pemilik hatiku,sosok pahlawan bagi hidupku, imam yang akan membawaku kesurga kelak, sosok suami shaleh pendorong mimpi - mimpiku. Kami menikmati tempat paling dekat untuk merasakan suasana pegunungan berapi yang tak aktif lagi. Menikmati sumber air panas, dan menatap indah lima danau fuji  di sepanjnag dinding barat daya kaldera hakone.  Sebuah danau kawah ashinoko . Sering awan kabut menyelimuti  gunung hingga puncak salju abadi yang hanya terlihat. Danau ashi terlihat replica kapal bajak laut untuk menyebrangi danau air beningnya yang tak pernah beku walau suhu udaranya mencapai puluhan derajat. Disana pula berjejer penginapan bak kereta api disekitar danau, untuk menyaksikan pemandangan udara trem pun tersedia. Benar- benar destinasi wisata yang indah di negri sakura.
Kali ini musim semi tiba, waktu mekarnya pohon sakura. Bunga khas jepang yang terlihat cantik dengan merah mudanya. Rangkulan tanganku dan suamiku tak pernah lepas, seakan tak ingin dipisahkan meski beberapa mili pun, cinta ruh yang mengalir lembut, menyenangkan,bersinar jernih & ceria, rasanya tak ingin berakhir,  ingin tetap terus disampingnya, tak kan pernah bisa aku sendiri,meraih mimpi tanpa cinta lelaki dalam rangkulanku ini, tingkah manjaku sesekali membuatnya tersenyum memandangiku, aku duduk dipangkuannya, dia dekap aku dengan ketulusan. Kadang aku malu terhadap dirinya, rasa tak pantas untuk dipilih olehnya. Lelaki ini sungguh multitalenta, kokoh tegar , dan bijak terpancar dari dirinya.
 Oh.. Tuhan …. Arigato untuk semua keindahan yang Kau berikan, saat mengulang kembali memori lama, aku dipertemukan dengan orang yang salah, dan sekarang aku dipertemukan dengan sosok terbaik yang engkau tuliskan dilauhul mahfuz,, laki- laki sholeh yang engkau tunjukan dalam sujud istikharahku. Pemilik tulang rusukku, kini ku menemukannya ..
Sungguh,,terlalu manis untuk dibayangkan, sekarang sosok penyempurna hidupku ada disampingku, yang kucinta, dalam istikharah aku menemukannya. Allah tlah menjawabnya.
Kuambil kedua tangan suamiku, ku kecup tangan lembutnya dengan ketulusan.  Dengan derai air mata penuh kesyukuran ku bisikkan untaian kata  “sayang, terima kasih telah memilihku, kan ku jaga cinta tulusmu selamanya, aku berjanji selalu jadi yang terbaik, melantunkan melodi indah hanya untukmu. Mencintaimu dengan sederhana seperti dinginnya air yang menjadikannya salju ,seperti gembira dalam bibir yang menjadikannya senyum, seperti huruf dengan makna yang menjadikannya kata, seperti khusyu’ dengan kata yang menjadikannya doa dan seperti dirimu dan diriku yang menjadikan satu cinta. Sayang aku mencintaimu..”. Pelukan erat suamiku membuat detak jantungnya berirama dengan detak jantungku, hingga merasuk aliran darah yang membentuk molekul –molekul keindahan cinta. Subhanallah,, rasa syukur yang tak terkira.
Masa lalu pahit itu takkan pernah kembali, memori – memori itu sudah terdelete sendirinya karna hadirnya laki- laki sholehku. Trauma yang ada, lenyap seketika. Hati yang terperangkap, gembok yang terkunci, kini telah menemukan miftah abadi.  Dalam istikharahku, kami dipertemukan. Berusaha meyakinkan diri bahwa dialah yang dipilhkan Allah. Dalam bincang kami dulu sebelum disatukan , sesekali berkata “jika Allah berkehendak. Akan indah pada waktunya”, sungguh akan indah pada waktunya.
300 pohon sakura mekar di Osaka mint bureau, tepat ditepi sungai Okawa diiringi jejeran pedagang jajanan makanan tradisional. Dendangan bisik syair dibawah pohon sakura bermekaran, saat bercanda bersama mimpi – mimpi kita, yang dulu mengelus – elus rindu hingga terbuai. Saat ini hatiku bagai gemersik merah muda sakura, angin menerpa lembut, aku tau rasa ini akan abadi dan hidupku tlah kau indahkan.
Indahnya musim semi kali ini tak berakhir sampai disini. Kami menikmati pemandangan Kyoto, terlihat cantik dengan pesona jepang kunonya, namun tak dipungkiri philosopher’s path saat musim semi adalah salah satu tempat terindah dan teromantis dikota matahari terbit ini. Ratusan sakura berbaris dijalnan pinggir kanal, membuat kuil- kuil yang berada di sekitar jalan terlihat semakin indah,
Sungguh terlihat indah bukan? Dahsyatnya kuasa Allah yang menciptakan alam semesta atas dasar cinta. Seperti cinta kami berdua. Tak ada  yang bisa mengungkapkan indahnya cinta, ketulusan cinta, tak bisa dikiaskan betapa indahnya cinta, tak ada ekspresi apapun yang dapat menggambarkan & mengutarakan kedahsyatan cinta. Cinta kami berdua atas kuasaNya.
Kulantunkan kalam Allah atas rasa syukur yang tak terkira, Ya, surah Arrahman, kami lantunkan dengan nada- nada indah bersama,, fabiayyialaa irabbikuma tukadziban. Maka nikmat Allah manakah yang dapat kita dustakan? []

by banafsaj

               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kau katakan semakin indah memakai merah,^_^

kau katakan semakin indah memakai merah,^_^

Blogger templates

assalamu'alaikum,,,,,,kimitachi. ahlanwasahlan,^_^ in my blog "pena cintaku"

Pages

Pages - Menu

About Me Moena Banafsaj

Search Me