Pagi itu, ketika ku membuka mata, aku berada di sebuah rumah yang berdindingkan kertas, pintu geser, lampion serta atap melengkung . Diruang sana tulisan kaligrafi kanji dan hiragana terukir indah terlihat rumit terpajang disudut ruangan. Ketika jendela tersingkap ,rangkaian bunga lavender membentang luas memancarkan keanggunannya, disanding dengan gunung Fujiyama menjulang tinggi dengan puncak salju abadinya. Gunung yang terlihat jelas kecantikannya memikat hati ,jika cuaca cerah dinegri matahari terbit.
Ohayoo..
Kata itu keluar lembut penuh mesra yang tak pernah alpa diucapkan setiap
paginya, diiringi senyum tulus penuh
kasih sayang mengambang terpancar darinya. Kecup kening mesra selalu tercurah
saat ku membuka mata.
Hontou ni!!!!
Ini bukan mimpi. Ini nyata????
Dream book ku di
jawab oleh sang maha kasih, watashi wa shiawase desu Allah. Gochiisooshama
deshita penuh syukur.
Hakone izu . Ya, aku berada di Hakone izu, bersama sandaran hatiku, pemilik hatiku,sosok pahlawan bagi hidupku, imam yang akan membawaku kesurga kelak, sosok suami shaleh pendorong mimpi - mimpiku. Kami menikmati tempat paling dekat untuk merasakan suasana pegunungan berapi yang tak aktif lagi. Menikmati sumber air panas, dan menatap indah lima danau fuji di sepanjnag dinding barat daya kaldera hakone. Sebuah danau kawah ashinoko . Sering awan kabut menyelimuti gunung hingga puncak salju abadi yang hanya terlihat. Danau ashi terlihat replica kapal bajak laut untuk menyebrangi danau air beningnya yang tak pernah beku walau suhu udaranya mencapai puluhan derajat. Disana pula berjejer penginapan bak kereta api disekitar danau, untuk menyaksikan pemandangan udara trem pun tersedia. Benar- benar destinasi wisata yang indah di negri sakura.
Kali
ini musim semi tiba, waktu mekarnya pohon sakura. Bunga khas jepang yang
terlihat cantik dengan merah mudanya. Rangkulan tanganku dan suamiku tak pernah
lepas, seakan tak ingin dipisahkan meski beberapa mili pun, cinta ruh yang
mengalir lembut, menyenangkan,bersinar jernih & ceria, rasanya tak ingin
berakhir, ingin tetap terus
disampingnya, tak kan pernah bisa aku sendiri,meraih mimpi tanpa cinta lelaki
dalam rangkulanku ini, tingkah manjaku sesekali membuatnya tersenyum memandangiku,
aku duduk dipangkuannya, dia dekap aku dengan ketulusan. Kadang aku malu
terhadap dirinya, rasa tak pantas untuk dipilih olehnya. Lelaki ini sungguh
multitalenta, kokoh tegar , dan bijak terpancar dari dirinya.
Oh.. Tuhan …. Arigato untuk semua keindahan
yang Kau berikan, saat mengulang kembali memori lama, aku dipertemukan dengan
orang yang salah, dan sekarang aku dipertemukan dengan sosok terbaik yang
engkau tuliskan dilauhul mahfuz,, laki- laki sholeh yang engkau tunjukan dalam
sujud istikharahku. Pemilik tulang rusukku, kini ku menemukannya ..
Sungguh,,terlalu
manis untuk dibayangkan, sekarang sosok penyempurna hidupku ada disampingku,
yang kucinta, dalam istikharah aku menemukannya. Allah tlah menjawabnya.
Kuambil
kedua tangan suamiku, ku kecup tangan lembutnya dengan ketulusan. Dengan derai air mata penuh kesyukuran ku
bisikkan untaian kata “sayang, terima
kasih telah memilihku, kan ku jaga cinta tulusmu selamanya, aku berjanji selalu
jadi yang terbaik, melantunkan melodi indah hanya untukmu. Mencintaimu dengan
sederhana seperti dinginnya air yang menjadikannya salju ,seperti gembira dalam
bibir yang menjadikannya senyum, seperti huruf dengan makna yang menjadikannya
kata, seperti khusyu’ dengan kata yang menjadikannya doa dan seperti dirimu dan
diriku yang menjadikan satu cinta. Sayang aku mencintaimu..”. Pelukan erat
suamiku membuat detak jantungnya berirama dengan detak jantungku, hingga
merasuk aliran darah yang membentuk molekul –molekul keindahan cinta.
Subhanallah,, rasa syukur yang tak terkira.
Masa
lalu pahit itu takkan pernah kembali, memori – memori itu sudah terdelete
sendirinya karna hadirnya laki- laki sholehku. Trauma yang ada, lenyap
seketika. Hati yang terperangkap, gembok yang terkunci, kini telah menemukan
miftah abadi. Dalam istikharahku, kami
dipertemukan. Berusaha meyakinkan diri bahwa dialah yang dipilhkan Allah. Dalam
bincang kami dulu sebelum disatukan , sesekali berkata “jika Allah berkehendak.
Akan indah pada waktunya”, sungguh akan indah pada waktunya.
300
pohon sakura mekar di Osaka mint bureau, tepat ditepi sungai Okawa diiringi
jejeran pedagang jajanan makanan tradisional. Dendangan bisik syair dibawah
pohon sakura bermekaran, saat bercanda bersama mimpi – mimpi kita, yang dulu
mengelus – elus rindu hingga terbuai. Saat ini hatiku bagai gemersik merah muda
sakura, angin menerpa lembut, aku tau rasa ini akan abadi dan hidupku tlah kau
indahkan.
Indahnya
musim semi kali ini tak berakhir sampai disini. Kami menikmati pemandangan
Kyoto, terlihat cantik dengan pesona jepang kunonya, namun tak dipungkiri
philosopher’s path saat musim semi adalah salah satu tempat terindah dan
teromantis dikota matahari terbit ini. Ratusan sakura berbaris dijalnan pinggir
kanal, membuat kuil- kuil yang berada di sekitar jalan terlihat semakin indah,
Sungguh
terlihat indah bukan? Dahsyatnya kuasa Allah yang menciptakan alam semesta atas
dasar cinta. Seperti cinta kami berdua. Tak ada
yang bisa mengungkapkan indahnya cinta, ketulusan cinta, tak bisa
dikiaskan betapa indahnya cinta, tak ada ekspresi apapun yang dapat
menggambarkan & mengutarakan kedahsyatan cinta. Cinta kami berdua atas
kuasaNya.
Kulantunkan
kalam Allah atas rasa syukur yang tak terkira, Ya, surah Arrahman, kami
lantunkan dengan nada- nada indah bersama,, fabiayyialaa irabbikuma tukadziban.
Maka nikmat Allah manakah yang dapat kita dustakan? []
by banafsaj





Tidak ada komentar:
Posting Komentar